Realisasi Minyak Riau Fantastis, Ini Atensi Pj Gubernur ke SKK Migas.

LakiNews|Pekanbaru, — Realisasi investasi hulu migas di Provinsi Riau selama tahun terakhir 2020-2023 mencapai US$16,85 miliar, dan target realisasi investasi tahun 2024 sebesar US$4,24 miliar.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber Indonesia Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2024 (IPG SCM Summit 2024) di Hotel Radisson Batam, Kamis (4/7/2024).

“Realisasi investasi hulu migas Riau tahun 2020-2023 sebesar US$16,85, maka jika ditambah target realisasi tahun 2024 sebesar US$4,24, sehingga total realisasi US$21,09 miliar atau sekitar Rp344,63 triliun (Kurs Rp16.341 per US$) tahun 2020-2024,” katanya.

Lebih lanjut Pj Gubri mengatakan, saat ini produksi migas di Riau mencapai 180 ribu barel per hari. Sementara pemerintah menargetkan lifting 1 juta barel per hari pada tahun 2030 secara nasional.

“Jadi produksi migas Riau ini 180 ribu barel per hari atau 30 persen dari lifting nasional. Artinya Riau merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia,” sebutnya.

Karena itu, Pj Gubri berharap besar produksi minyak di Riau harus berdampak langsung terhadap masyarakat Riau melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Participating Interest (PI) 10 Persen.

“Pada intinya kami daerah penghasil migas mendukung penuh kelancaran operasional Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bekerja. Namun penting kami mengingat agar keberadaan industri hulu migas bisa berdampak bagi masyarakat sekitar, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan masyarakat dan UMKM tempatan,” sebutnya.

“Saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau telah mengelola 3 dari 7 PI 10 Persen dari masing-masing KKKS. Dengan kesiapan keuangan yang ada, BUMD kami siap untuk memberi kontribusi bagi kelancaran operasi hulu migas,” tambahnya.

Selain itu, Pj Gubri juga memberi atensi terhadap kegiatan hulu migas kepada SKK Migas agar komitmen masalah K3, lingkungan, dan penggunaan tenaga kerja lokal, serta penyediaan barang dan jasa lokal untuk memenuhi kebutuhan KKKS.

“Tentu ini harus menjadi prioritas bersama, mengingat ada 13 KKKS aktif berkegiatan di Provinsi Riau dengan banyak sub pekerjaan bersama mitra kerja. Apalagi Riau sudah memiliki sekolah vokasi dan kampus perminyakan yang telah berkontribusi, baik SDM maupun pola kerja sama studi penerapan,” ujarnya.

“Kami meminta agar SKK Migas dapat memberikan memberikan kepercayaan dan kesempatan serta memprioritaskan kepada pelaku usaha dan tenaga kerja lokal yang berkualitas untuk berkontribusi di hulu migas,” tutupnya.**

Sumber Cakaplah, Penulis:Amin

Editor:Delvi Adri