Walikota Dumai H Paisal Dan 516 Kepala Daerah Berkumpul Bersama Presiden RI

LakiNews |Kalimantan ( IKN ), —– Wali Kota Dumai H Paisal dan 156 Kepala Daerah ( Gubernur, Bupati, dan Wali Kota ) Se Indonesia berkumpul bersama Presiden Joko Widodo di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Kebersamaan ini mereka dilakukan dalam rangka menyambut HUT RI ke 79 Tahun yang akan diselenggarakan 17 Agustus 2024 mendatang

Walikota Dumai H Paisal Selasa (14/8/2024) kemarin mengatakan lewat rilisnya, bahwa kebersamaan para Gubernur, Walikota dan Bupati se Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat kebanggaan baginya, terutama bagi Kota Dumai. Karena sekalian bisa bersilaturahmi sebagai kepala daerah.

“Alhamdulillah, kami bersama Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia telah sampai di IKN. Kehadiran kami disini selain saling bersilaturahmi, juga mendengarkan secara langsung arahan dari Pak Presiden Joko Widodo,” ungkap Paisal.

Sementara Gubernur yang hadir di IKN menginap di Hotel Nusantara. Sedangkan Wali Kota Dumai H Paisal bersama Bupati dan Wali Kota lainnya menginap di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sekitar pukul 06.00 WITA, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota berangkat ke IKN untuk menerima pengarahan dari Presiden Jokowi. Rombongan orang nomor satu di Provinsi, k

Kabupaten, dan kota itu juga melakukan kunjungan keliling IKN, termasuk ke kawasan Sumbu Kebangsaan.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo memberikan penekanan khusus pada dua isu penting yang harus segera ditangani oleh para kepala daerah.

Pertama, Presiden Jokowi menekankan pentingnya mempercepat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menggenjot daya beli masyarakat. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya realisasi belanja di tingkat kabupaten/kota yang baru mencapai 31 persen, dan di tingkat provinsi sebesar 41 persen.

Jokowi mengingatkan bahwa lambannya peredaran uang di daerah akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat, yang berpotensi melemahkan perekonomian lokal.

“Uang beredar di kabupaten Bapak, Ibu semuanya sangat rendah. Kalau peredaran uang rendah artinya daya beli juga enggak kuat. Segera keluarkan,” tegas Presiden Jokowi, seraya menekankan bahwa makin cepat realisasi APBD, makin baik dampaknya terhadap perputaran uang dan daya beli masyarakat. (Rls/EM)

Editor : Redaksi