Diduga Ada Unsur Sengaja Untuk Tidak Mensosialisasikan Aplikasi Peduli Lindungi, Sejumlah Pemerhati Ekonomi Minta Negara Mencabut Izin Resmi Bulog Dan ID Food

LakiNews|Dumai——- Langka dan mahalnya minyak goreng kemasan merek kita dipasaran di duga ulah dari oknum oknum yang tidak bertanggungjawab . Hal tersebut terungkap dari salah seorang pemerhati ekonomi kerakyatan di tanah air.

” Pada dasarnya Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Ketahanan Pangan telah mengeluarkan aturan ketentuan HET ( Harga Eceran Tertinggi ) untuk minyak goreng merek Minyak Kita Rp15.700 per liter dan itu diatur sesuai Permendag No. 43 Tahun 2025.

Namun realita di lapangan menunjukkan harga jual di tingkat pengecer sering kali melebihi aturan tersebut, mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per. Nah ini diakibatkan

tidak disosialisasikannya Aplikasi Peduli Lindungi ke Masyarakat. ” Ujar salah seorang pemerhati ekonomi kerakyatan di Kota Dumai, Minggu ( 10/05/2026 ), seraya mengatakan kejadian kelangkaan dan kenaikan harga minyak tersebut menurut pria yang tidak disebut namanya termasuk di wilayah Kota Dumai dan sekitarnya

Dan sekenario hilangnya minya goreng kemasan merek Minyak Kita dari pasaran menurut pengamat ekonomi kerakyatan itu sudah terjadi sejak Juli 2022 lalu

Padahal menurut pria Lansia itu, minyak goreng merek Minyak Kita adalah merupakan program Kementerian Perdagangan, yang bertujuaan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan minyak goreng, termasuk mempermudah pendistribusiannya ke masyarakat.

Dan untuk menjalankan pendistribusian ini ke tengah tengah masyarakat, Pemerintah menurut pria kelahiran Sumatera Utara itu sengaja menerbitkan aplikasi peduli lindungi yang diamanahkan kepada Bulog dan ID Food.

Namun yang terjadi dilapangan menurut pria itu tidak pernah berbanding lurus, Aplikasi Peduli Lindungi tidak pernah disosialisasikan sama sekali kepada masyarakat di Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai.

Anehnya saat seseorang mencoba mengkonfirmasikan hal tersebut ke pihak ID Food melalui bung “Eko”. Eko menurut sumber yang layak dipercaya justru menjawab, “Untuk Minya Kita tidak ada pakai aplikasi peduli lindungi, bapak ini mau jadi pengecer minya kita atau gimana ya pak.?”.Ujar sumber seakan menirukan ucapan Eko kepadanya.

Bahkan, saat tim LakiNews. Com mempertanyakan, apakah ucapannya yang mengaku telah konfirmasi ke ID Food dan Bulog bisa dipertanggungjawabkan. Sumber berkata. ” Benar bang. Bila penting ayo kita sama sama besok atau lusa nanyak si Eko nya. ” Ujar sumber seakan menyakinkan LakiNews. Com

Kepala Divisi Pasar BUMD yang juga selaku Ketua Pengawas Koperasi JJSP “Arnawadi” yang akrab disapa Abdul menjelaskan, Kelangkaan minyak goreng subsidi merk Minyak Kita merupakan kondisi yang tidak wajar. “Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat

Saat ini minyak goreng subsidi di lapangan sudah mengalami kelangkaan yang memprihatinkan. Kalaupun ada itupun harganya sudah tidak sesuai HET, Bahkan jauh dari batas HET sampai mencapai diatas RP. 20000 perliternya” Ucapnya.

Pembelian Minyakita dengan harga tertinggi HET Rp. 15700 maksimal 10 kilogram per hari unuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai, Kita juga sudah berkordinasi dengan Kasubdit PKN DJKN, Mentri Perdagangan dan Pihak Istana Kepresidenan untuk mencabut izin resmi pihak dimaksud secara Permanen, Bila memungkinkan Pihak Istana Kepresidenan dapat segera mengevaluasi Mentri Perdagangan dan oknum jajarannya yg terbukti ada permain”.Sambungnya.

Saya berharap dimasa kepemimpinan Presiden RI yang saat sekarang ini, Tidak ada lagi para elite yang bermain-main dengan bantuan minyak subsidi, Yang peruntukannya diberikan kepada masyarakat kurang mampu”.Tutupnya. ( tim )