Jakarta –
Kasus mutilasi oleh oknum TNI terhadap warga di Papua masih terus diselidiki. Kini, terungkap fakta bahwa mutilasi itu diawali adanya transaksi senjata api (senpi) antara para pelaku dan korban.
Fakta dugaan transaksi senpi itu awalnya disampaikan oleh Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai dugaan adanya indikasi jual beli senjata perlu didalami.
“Yang juga paling penting di luar konteks ini (mutilasi warga) ya kalau itu memang benar misalnya ada pemberitaan terkait membawa duit katanya juga untuk jual beli senjata, isu ini isu signifikan,” kata Anam, kepada wartawan, Rabu (31/8).
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews


