Jakarta –
Anggota Komisi III DPR Fraksi Golkar, Supriansa, menyoroti narasi awal Kompolnas dalam kasus penembakan yang didalangi Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Supriansa mengatakan Kompolnas sempat informasi sesat.
Supriansa menyoroti narasi kejadian penembakan pada Senin (8/8) pukul 17.15 WIB lalu. Peristiwa penembakan itu baru terungkap tiga hari setelah hari kejadian, yakni pada Kamis (11/8).
“Jika saya melihat pernyataan Pak Benny Mamoto, ikut terlibat menyampaikan kepada publik bahwa ini adalah peristiwa tembak menembak. Kalau begitu modelnya, berarti sebelum muncul Pak Mahfud, Kompolnas ikut memberikan siaran sesat kepada masyarakat Indonesia,” kata Supriansa saat rapat Komisi III DPR dengan Kompolnas, Komnas HAM, dan LPSK, Senin (22/8/2022).
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews


