Jelang PEMILUKADA 2024- 2029,Suhu Politik Kota Dumai ” Panas Dingin “.

LakiNews| Dumai, —– Saat ini suhu politik di Riau, khusus nya Kota Dumai mulai terasa ” PANAS DINGIN “. Hal ini bisa jadi dikarenakan pesta demokrasi dalam konteks menentukan Kepala Daerah untuk lima tahun kedepan sudah semakin dekat

Seperti kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan PILKADA ( Pemilihan Kepala Daerah ) mulai dari Bupati/ Wali Kota dan Gubernur sudah dari sono sono nya ditetapkan untuk dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Namun untuk PILKADA serentak seperti periode 2024 – 2029 nanti masih boleh dikatakan jarang.Kalau pun ada baru beberapa kali dilaksanakan

Sehubungan dengan akan pelaksanaan PILKADA serentak tersebut.Masyarakat Riau, pada umum nya Dumai sudah seharusnya mulai menentukan sikap. Bagaimana nasib Kota Dumai Lima tahun kedepan ???

.Dan hal itu harus benar benar direnungkan oleh warga Dumai. Pertanyaan itulah kemungkinan besar yang membuat masyarakat Riau, khusus nya masyarakat Dumai mulai ada yang terlihat kasak kusuk untuk mencari teman berdiskusi, siapa yang bakal mereka jagokan / pilih pada PILKADA November 2024 men datang.

Dan biasanya dalam setiap pertarungan pasti ada yang di sebut juara bertahan. Istilah di PILKADA disebut lah namanya PETAHANA atau iNCAMBENT.

Dan biasa nya orang atau oknum akan selalu cenderung memilih calon yang petahana/ Incumbent. Dengan alasan tinggal melanjutkan program yang telah dirintis sebelum nya.

Pertanyaannya. Bagaimana dengan PETAHANA di Dumai. Apakah selama lima tahun ini tidak bisa memuaskan hati masyarakat yang dipimpinnya??

Lalu bagaimana kalau seandainya yang terjadi di Kota Dumai sebalik nya. Masyarakat menginginkan pergantian. Dengan alasan ingin perubahan ..

Nah, bila itu yang terjadi.Berarti pertanda kalau masyarakat RIAU, khusus nya Dumai yang akan memeriahkan dan melaksanakan pemilihan pada Pilkada mendatang telah muali pandai dan jeli di dalam melihat situasi perpolitikan di NKRI ini.

Sehingga tidak dikhawatirkan salah pilih dalam menentukan siapa yang mereka pilih sebagai Bupati, Walikota dan Gubernur pada periode 2024 – 2029 mendatang

” Menurut saya sedikit aneh. Seharusnya jelang PILKADA kayak gini. Para oknum elit politik sudah pada kasak kusuk mencari sasaran tembak nya. Begitu pula masyarakat, biasa nya mereka sudah sibuk menanyakan teman teman dekat nya. Siapa cocok untuk dipilih sebagai pemimpin lima tahun kedepan.

Tapi kalau di Dumai saya perhatikan. Warga seakan tidak mau tahu siapa yang akan maju mencalonkan diri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Dumai. Mereka mau golput, atau mereka sudah punya pilihan. Ini yang membuat saya bingung membaca peta politik Dumai.” Ujar salah seorang pria asal Sumatera Utara ( SUMUT ), Sabtu ( 19/07/2024 ) tadi di sekitar seputaran salah satu kantor Partai Politik di Kota Dumai

Pria asal SUMUT bernama Saut Sihombing itu berkata. Kalau diri nya sudah lebih dua minggu keliling keliling di Kota Dumai.Namun menurut nya belum ada melihat dan mendengar perbincangan hangat mengenai siapa Calon Walikota dan Wakil Walikota yang harus di menangkan pada PILKADA periode 2024- 2029 mendatang

” Kalau Posko pemenangan beberapa kandidat yang mau maju jadi calon Walikota Dumai sudah ada saya lihat. Tapi massa yang berkerumun untuk membahas siapa yang kuat dan digemari masyarakat secara umum belum ada ku temukan. ” Ujar Saut Sihombing, seraya mengatakan kalau diri nya juga merupakan kader di salah satu partai di Medan ( SUMUT )

Berbeda dengan pendapat dari salah seorang warga Dumai. Menurut warga Dumai bernama MAN ini. Suhu politik di Dumai. Terutama Dua minggu terkhir ini sudah mulai memanas. Naik nya suhu politik yang kian sengit itu menurut MAN, setelah muncul nya isu buzzer serta praktik dugaan pembusukan karakter dari salah satu bakal calon Walikota Dumai

Buzzer, yang seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan informasi bersifat membangun opini publik yang sehat, namun yang terjadi menurut MAN justru berubah menjadi alat untuk menjatuhkan lawan politik.

” Oknum oknum itu kabar nya sengaja menyebar luaskan berita yang terkesan palsu dan terindikasi fitnah.Sehingga di khawatirkan akan bisa merusak reputasi bakal calon Walikota yang mau maju.Nah kalau ini benar terjadi, berarti sudah menciptakan suasana politik yang tidak kondusif lagi. ” Ujar MAN dengan nada sedikit kecewa

Dan penomena ini menurut MAN tidak hanya mencerminkan betapa kompetitifnya kontestasi politik di Dumai, tetapi juga menunjukkan adanya pola yang kurang sehat dalam proses demokrasi lokal.

Apalagi kalau Buzzer yang mereka kedepankan menurut MAN pesan-pesan tertentu di media sosial. Karena menurut MAN akhir akhir ini sering kali orang atau oknum mengunakan medsos untuk menyebarkan luaskan informasi yang terkesan tidak benar

Kehadiran informasi di medsos itu bisa mengaburkan fakta dan mempengaruhi presepsi masyarakat dari yang baik menjadi kurang baik.

” Dengan adanya hal hal seperti di atas di khawatirkan akan menciptakan pembusukan karakter atau kampanye hitam terhadap para bakal calon Wakikota semakin terlihat jelas. Serangan pribadi, fitnah, dan penyebaran isu-isu negatif yang tidak berdasar menjadi senjata yang sering digunakan untuk menjatuhkan lawan politik. Taktik ini tidak hanya merusak reputasi individu yang diserang, tetapi juga mencemari proses demokrasi itu sendiri. ” Ujar MAN

Untuk itu, melalui ekspos di media LakiNews.Com ini. MAN mengatakan sangat berharaf kepada maasyarakat Dumai supaya lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar saat ini.

Karena itu menurut MAN verifikasi fakta dan cari sumber yang terpercaya guna menghindari terjebak dalam arus informasi yang tidak valid. Selain itu, menurut MAN penting bagi para pemilih untuk fokus pada program dan visi-misi yang ditawarkan oleh para calon, bukan pada isu-isu negatif yang disebarkan untuk kepentingan politik sesaat.

Dan untuk menghadapi situasi yang kian hari semakin memanas. MAN mengatakan sangat berharaf kepada masyarakat Dumai untuk tetap tenang dan bijak.” Pemilukada bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang merawat demokrasi dan menjaga kedamaian sosial. Mari bersama-sama kita ciptakan Pemilukada yang bersih, aman, dan damai.” Ujar MAN mengakhiri

Di penghujung informasi ini. Penulis akhir nya berpesan. Pilkada seharusnya menjadi ajang untuk memilih pemimpin yang terbaik berdasarkan kapabilitas dan integritas mereka. Kita semua berharap agar proses ini berjalan dengan jujur, adil, dan tanpa adanya manipulasi yang merugikan demokrasi di Kota Dumai. (**** )

Editor : Mulak Sinaga