Jakarta –
Peneliti senior Prof.Siti Zuhro, M.A dari Pusat Riset Politik – Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) menilai politik kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan pemerintah Indonesia melalui KLHK saat ini berjalan sangat saintifik dalam mengatasi ancaman perubahan iklim.
Dalam agenda COP27 Sharm El-Sheikh, Mesir, terlihat posisi Indonesia yang tidak lagi bermain pada isu retorika tapi sudah berbasis implementasi, lebih mendahului dari sebatas janji. Salah satunya dengan ambisi menaikkan NDC dari 29% ke 31,89% dengan upaya sendiri, dan dari 41% ke 43,20% melalui dukungan dunia internasional.
“Ini sudah melalui kajian berbasis saintifik karena disusul dengan keluarnya kebijakan rencana operasional FOLU Net Sink 2030, kebijakan rencana strategis dan rencana kerja sebagai dasar pelaksanaan di tingkat regional dan daerah. Menunjukkan KLHK sedang berada pada jalur tepat mengawal perubahan iklim dengan dasar politik kebijakan berbasis sains yang terang,” kata Siti Zuhro pada awak media di paviliun Indonesia, COP27 Mesir, Selasa (8/11/2022).
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews


