Jakarta –
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PIDP Dwi Rio Sambodo mengkritik pembangunan speed dump atau polisi tidur yang dicat menyerupai zebra cross di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, yang membuat para pengendara jatuh. Dia menilai pembuatan speed bump itu sebuah kebijakan yang ceroboh.
“Semua tindakan kebijakan atas kebutuhan kondisi lapangan haruslah dipetakan, dikaji dan disimpulkan secara matang dan menyeluruh sehingga tindakan tersebut memanglah benar-benar sesuai dengan kebutuhan kondisi yang ada. Di sinilah letak kecerobohan instansi terkait/Bina Marga dalam memenuhi pendekatan penanganan masalah,” kata Dwi Rio kepada wartawan, Kamis (25/8/2022).
Dwi Rio menjelaskan bahwa polisi tidur itu bisa disebut dengan istilah speed bump, speed hump dan speed table. Ketiga polisi tidur itu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di jalan tersebut serta ketinggian dan lebarnya juga berbeda.
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews


