
LakiNews| Dumai, ————Pihak Kejaksaan Negeri Dumai melalui Kasie Intel, Carles Aprianto SH MH, Jum at ( 07/11/2025 ) tadi berjanji akan menangani perkara dugaan korupsi, penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan 2 paket pengadaan pekerjaan belanja modal alat kedokteran bedah ( MOT) Tahun Anggaran 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kejaksaan Negeri Dumai Pri Wijeksono SH lewat Kasie Intel, Carles Aprianto SH MH Jum at ( 07/11/2025 ) tadi di ruang tunggu kantor Kejaksaan Negeri Dumai, Jalan Sultan Syarif Qasim
” Kami janji. Perkara dugaan korupsi penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan 2 paket pengadaan pekerjaan belanja modal alat kedokteran bedah ( MOT) Tahun Anggaran 2024 tersebut akan kami tangani dengan serius. ” Ujar Carles Aprianto SH MH, Jum at ( 07/11/2025 ) tadi menjawab pertanyaan wartawan LakiNews. Com
Namun saat wartawan LakiNews. Com mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan kasus dugaan korupsi dua paket proyek pengadaan alat kesehatan bedah yang bernilai mencapai hampir 14 miliar. Carles justru mengatakan kalau pihaknya masih tahap pengumpulan data ( pulget )
” Terkait perkara ini sudah 8 orang yang kami wawancarai. Diantaranya PPK dan pihak pelaksana proyek pekerjaan pengadaan barang dan jasa alat kesehatan MOT ( alat dr bedah ) RSUD Dumai ini. ” Ujar Carles dengan penuh keramah tamahan menjawab seluruh apa yang dipertanyakan LakiNews. Com
Saat disinggung tentang penanganan tentang perkara tindak pidana korupsi yang melibat orang orang besar dan berpengaruh di Riau, khusunya Dumai. Carles , justru mengaku akan tetap menindaklanjuti dan memproses kasus tersebut sampai tuntas
Namun saat ditanya berapa lama kasus/ perkara tersebut bisa tuntas ke proses pengadilan ?.” Nah, itu lah yang susah untuk saya jawab pak. Kendala utama saat ini masih minim nya personil kami di Kejaksan Negeri Dumai ini. Tapi apa pun itu, kami akan upayakan untuk menuntaskannya. ” Ujar Kasie Intel Kejaksaan Negeri Dumai, Carles Aprianto SH MH mengakhiri perbincangannya dengan LakiNews. Com
Untuk sekedar diketahui untuk masing masing paket pekerjaan belanja modal alkes tersebut kabarnya tidak sama, bahkan jauh beda. Paket pertama kabarnya mencapai 9,7 miliar dan paket kedua 4 miliar. Sehingga bila ditotalkan keseluruhan menurut sumber hampir mendekati Rp14 miliar. ( Naga )


