
LakiNews|Dumai, ——– Proyek pekerjaan pembangunan Drenase ( parit ) di depan rumah warga Jalan Almubin RT 19 Kelurahan Teluk Binjai Krcamatan Dumai Timur ” Resahkan warga “. Hal itu disebabkan adanya indikasi atau dugaan kalau pejerjaan tersebut dikerjakan tanpa perhitungan yang matang oleh pihak oknum konsultan perencananya. Karena selain ujung galian yang mau di jadikan drainase terlihat buntu, alias mentok. Parit yang sempat digali pun hingga kini belum belum di cor oleh pihak kontraktor pelaksana

Pekerjaan pembangunan parit ini seharusnya mengatasi persoalan banjir namun yang terjadi pada pekerjaan pembangunan / pembuatan parit /Drenase yang menggunakan APBD Tahun Anggaran 2025 ini justru dinilai jalan di tempat dan menciptakan masalah baru yang lebih parah membuat rumah warga banjir.

Dari pengamatan tim wartawan media ini di lapangan Senin. (17/11/2025) kemarin menunjukkan, bahwa penggalian parit itu tersebut kayaknya dilakuka oleh oknum operator alat berat (ekskavator) yang tidak profesional. hal itu ditandai dari tidak merata dan terkesan serampangannya bekas galian tersebut.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi, sampai sekarang seluruh jembatan kecil yang menuju kediaman warga masih tetap keadaan rusak.Padahal menurut warga yang dikonfirmasi pihak suruhan kontraktor sudah berjanji akan memperbaiki seperti semula bila parit itu sudah selesai mereka kerjakan.

” Jangan kan di perbaiki. Sisa sisa galian aja mereka biarkan berserakan.Makanya daerah kami ini banjir bila datang hujan kayak begini. ” Ujar beberapa warga RT 19 seakan bersamaan seraya menunjuk ke arah sisa sisa material eks jembatan berserakan didalam galian drainase itu
Hal senada juga disampaikan FU. Mantan RT 19 ini juga mengaku resah akibat ulah oknum kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut. “Bagaimana tidak banjir? Galian tak rapi, jembatan kami pun dihancurkan dan tidak dibersihkan. Janji pihak pekerja jembatan dibangun baru, tapi sampai sekarang tidak ada dikerjakan. Ini merugikan kami. ” Ujar FU dengan nada tegas, seraya mengatakan bertekad akan mengumpulkan warga setempat untuk unjuk rasa ke kantor PU dan DPRD Kota Dumai

Karena selain pekerjaan kontraktor yang dinilai buruk, FU juga menyoroti lemahnya perencanaan. ” Gimana bikin perencanaan kayak begini ?.Drainase yang dibangun mereka ini besar dan mentok di sini ( buntu ). Sementara keberadaan gorong gorong yang ada di bawah badan jalan ini memiliki ukuran kecil. Jadi kalau sekiranya pun dinyatakan selesai, tempat kami ini akan tetap banjir seperti saat ini. ” Ujar FU mengakhiri perbincangannya dengan tim LakiNews. Com seraya mengatakan pihak kontraktor yang tidak paham sanggup untuk ngerjakan dranaise akan jangan main proyek.
Sementara oknum berkompeten seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kabid ( Kepala Bidang ) KSDA PU Kota Dumai, Wan Rieko Candra, S.T., M.T saat dikonfirmasi secara lewat WA ( WhatsApp ) 0852-5950-xxxx
terkait, apa nama perusahaan pelaksana, berapa volume pekerjaan, berapa besar anggaran dan siapa konsultan pelaksana pekerjaan tersebut ?. Wan Rieko Candra tidak terkesan memilih tidak menjawab. ( tim )


