Jakarta –
Saling serang terkait politik identitas terjadi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PA 212. Hal ini bermula saat PBNU mengimbau seluruh pihak menghentikan upaya menggunakan agama demi kepentingan politik sesaat.
Pernyataan itu disampaikan PBNU guna menyikapi Aksi 411 kemarin dan rencana Reuni 212. Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan menggunakan agama demi kepentingan politik sesaat tidak ada manfaatnya. Menurutnya, hal itu hanya akan merugikan Indonesia sebagai bangsa dan negara.
“Untuk semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, kita minta untuk menghentikan semua gerakan yang memecah belah kesatuan bangsa. Kedepankan politik gagasan, setop politik identitas,” kata Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan dalam keterangannya, Sabtu (5/11/2022).
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews


