
LakiNews, Kalimantan Barat ——— Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di wilayah Kalimantan Barat pada Kamis, 11 September 2026, kabar nya mengalami berbagai hambatan. Diantaranya menurut sumber seperti dugaan adanya tindakan intervensi dari pihak lain terhadap tim gabungan yang terdiri dari relawan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Hutan dan Gambut ( MASPELI ) bersama personel Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat saat bertugas di lapangan memadamkan api

Informasi adanya dugaan intervensi tersebut dibenarkan oleh Ketua Umum Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Hutan dan Gambut, Guntur Simbolon, S. Hut

Guntur menjelaskan, bahwa saat itu tim gabungan menurutnya sedang melakukan upaya pemadaman di salah satu titik karhutla, namun di tengah proses tersebut, muncul dugaan gangguan yang menghambat kerja petugas dan relawan di lapangan.
“Kami mendapat laporan bahwa ada dugaan intervensi terhadap anggota kami dan rekan-rekan Manggala Agni yang sedang melakukan pemadaman. Tentu ini sangat kami sayangkan, karena mereka adalah garda terdepan dalam penanganan karhutla,” ujar Guntur Simbolon saat dikonfirmasi, Jumat [12/09/2026].
Ia menegaskan, Manggala Agni dan relawan MPLH2G merupakan pejuang kemanusiaan dan lingkungan yang patut diapresiasi. Menurutnya, Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat selama ini aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat peduli lingkungan.
“Manggala Agni Kalbar sudah banyak membantu melakukan pembinaan kepada masyarakat kami. Sudah seharusnya kita berterima kasih atas dedikasi mereka. Menjaga hutan dan gambut adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Atas kejadian tersebut, Guntur berharap Aparat Penegak Hukum [APH] dapat melakukan penelusuran dan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami memohon kepada APH untuk menindaklanjuti laporan ini secara profesional. Agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu proses pemadaman yang dilakukan petugas dan relawan di lapangan. Kami juga berharap motif di balik dugaan intervensi tersebut dapat diungkap secara terang,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan intervensi tersebut. ( tim )


